Pilih Bahasa:

Minggu, 25 Agustus 2013

OBAT HATI


Minggu, 25 September 2011

BOM SOLO 2011 – WAJIB ANDA BACA DAN TAHU!

BERITA TEROR BOM SOLO/ SURAKARTA, Minggu 25 September 2011, POLISI MASIH OLAH TKP,
Kronologi peristiwa dan Jumlah korban ledakan bom gereja Kepunton Solo (25/09/2011) belum pasti, Polisi masih melakukan Penyelidikan dan olah TKP, namun dipastikan 1 orang dipastikan tewas diduga pelaku bom bunuh diri. kronologis dan nama pelaku bom bunuh diri di gereja solo masih dalam proses identifikasi.. FOTO Pelaku/ FOTO Korban Belum bisa dimuat.

(Sumber berita: BBM, Berita Nasional, denger-denger..)

Peringatan!… Alert!:

SIAPAPUN DAN DARI MANA PUN PELAKUNYA, SEMUA UMMAT HARAP MENAHAN DIRI DAN BERSABAR, KEMBALIKAN PADA YANG BERWENANG UNTUK MENANGANI, JANGAN GEGABAH, JANGAN TERPANCING PROFOKASI DAN ADU DOMBA, TINDAKAN YANG SALAH TIDAK SEDIKIT PUN MEMBAWA KEUNTUNGAN DAN KEBAIKAN.
APAPUN ALASANNYA, TINDAKAN TERSEBUT TIDAK DIBENARKAN DALAM SYARI’AT ISLAM YANG SUCI…..






Search in the Quran
















Search:






Download | Free Code
www.SearchTruth.com

Jumat, 21 Januari 2011

Radio BASS FM Salatiga

Radio BASS FM (Bahana Assunnah), adalah Radio Muslim pertama di Salatiga. Radio ini berada pada Frekwensi 93.2 FM.
Radio ini menyajikan Materi Siaran yang berbeda dari Radio-radio pada umumnya di Salatiga, seperti: Murottal Quran, Kajian Islam, Business Muslim, Agro Bisnis.
Dan bagi para pecandu musik dan pecinta Gosip, barang kali tidak mendapatkan di radio ini apa yang mereka cari, apa lagi penggila bola..?
Ini cuplikan video siaran bersama salah satu Crew BASS FM Salatiga (Kondisi studio yang  lama, belum di Upgrade:



Mari kita dukung siaran yang mendidik masyarakat, demi meredam ledakan kerusakan moral dan agama di masyarakat.

Selasa, 08 Juni 2010

Mengetahui Arah Kiblat Kota Anda

Masukkan Nama Kota yang anda inginkan pada kotak sebelah icon Ka'bah, kemudian klik "Locate". Garis Merah menununjukkan Arah Kiblat. Anda bisa memperbesar atau memperkecil jarak pandang dengan Klik tanda +/- pada mistar sebelah kiri. Dan mencari kota-kota yang diinginkan dengan klik tanda panah.
Tampilan gambar bisa Anda ubah dalam bentuk foto Satelit atau peta dengan klik pilihan pada kotak 'Peta".
Selamat mencoba, semoga bermanfaat.

Rabu, 05 Mei 2010

KIAT-KIAT MENGGAPAI KELUARGA SAKINAH

KIAT-KIAT UNTUK MENUJU KELUARGA BAHAGIA: [1]



Setiap anak Adam (manusia) tentu mendambakan kehidupan yang bahagia baik secara pribadi maupun dalam hidup berkeluarga dan bermasyarakat. Dalam istilah Alquran sering disebut dengan kehidupan yang sakinah (tentram). Mawaddah (penuh kasih sayang) dan Rahmah (diliputi rahmat dari Allah). Itu semua bermula dari sebuah bangunan rumah tangga (keluarga).

Dalam pandangan Islam sebuah rumah tangga hanya dikatakan syah apabila dibangun di atas ikatan pernikahan, yang sesuai dengan ketentuan agama. Dengan pernikahan, Allah telah menjadikan bagi manusia berbagai hikmah dan kebaikan. Oleh karena itu seorang muslim baik para penuntun ilmu, orang tua maupun para penyeru agama (da'i), sudah selayaknya mengetahui hakikat syariat yang indah dan mulia ini.

TUJUAN PERNIKAHAN DALAM ISLAM

1. Untuk memenuhi tuntutan kebutuhan naluri manusia yang asasi

Dan ini hanya syah apabila melalui jalur akad nikah, bukan melalui jalur yang kotor seperti melacur, berzina, “kumpul kebo”, pergaulan bebas, pacaran dan lain-lain.

2. Untuk membentengi akhlak (budi pekerti) yang mulia.

3. Untuk menegakkan rumah tangga yang Islami.

Maka Islam membenarkan (membolehkan) adanya thalaq (perceraian) jika suami-istri sudah tak sanggup lagi menegakkan batas-batas aturan Allah (lihat Al Baqarah: 229). Maka dalam setiap keluarga muslim harus berusaha menegakkan syariat Allah dalam keluarganya.

Dan hal ini akan diperoleh jika yang menjadi pasangannya adalah orang yang shalih.

4. Untuk meningkatkan ibadah kepada Allah.

5. Untuk memperoleh keturunan yang shalih. Tidak sekedar untuk memperoleh anak, namun agar membentuk generasi yang shalih dan bertaqwa kepada Alloh.

PASANGAN YANG IDEAL

Ajaran islam telah memberikan beberapa kriteria calon pasangan yang ideal, di antaranya adalah kafa’ah dan shalihah. Kafa’ah atau sederajat (se-kufu’) dalam Islam hanya diukur dengan kualitas iman dan ketaqwaannya serta akhlak seseorang, bukan diukur dengan kekayaan dan status sosial semata. Berdasarkan Firman Alloh dalam surat Al Hujurat ayat 13.

Kriteria yang kedua adalah shalihah. Itulah kriteria utama yang akan mengantarkan kepada keberuntungan, berdasarkan Sabda Nabi :

“Seorang wanita dinikahi karena 4 hal : karena hartanya, karena keturunanya, kecantikannya, dank arena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih wanita yang taat agamanya (keIslamannya), niscaya kamu akan beruntung.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam hal ini tidak hanya berlaku bagi laki-laki yang akan mencari calon istrinya, namun juga bagi wanita dalam menentukan calon pasangannya.

SEKILAS TENTANG TATA CARA PERNIKAHAN DALAM ISLAM
  1. Khitbah (peminangan)
  2. Akad nikah, dengan syarat : adanya suka sama-suka calon mempelai; adanya ijab qabul; adanya mahar; ada wali nikah; dan adanya saksi-saksi.
  3. Walimah.
Walimah hukumnya wajib dan dilakukan sesederhana mungkin, tidak berlebihan, dan mengundang pula fakir miskin untuk makan dalam walimah.

PELANGGARAN YANG SERING TERJADI DALAM PERNIKAHAN

Hendaknya seorang yang akan menikah dan orang tua yang akan menikahkan anaknya memperhatikan bahwa pernikahan adalah sesuatu yang mulia sehingga hendaknya mempertibangkan segala hal yang akan direncanakan untuk kebaikan rumah tangga yang akan dibentuk, dan bukan sekadar mengutamakan gebyar acara pada saat pernikahan saja sementara terjatuh dalam kesalahan-kesalahan yang tidak dibenarkan oleh agama Allah.

Berikut ini contoh pelanggaran yang sering terjadi baik sebelum acara pernikahan maupun ketika acara pernikahan berlangsung.
  1. Pacaran (sebelum nikah)
  2. Tukar cincin
  3. Mennuntut mahar yang tinggi
  4. Mengikuti upacara adat yang bertentangan dengan syariat agama.
  5. Mencukur jenggot baik laki-laki dan mengerik alis mata bagi wanita
  6. Mempercayai adanya hari baik dan hari sial dalam pernikahan
  7. Ucapan selamt ala kaum jahiliyah (seperti saling peluk, mencium lawan jenis yang bukan mahram)
  8. Ikhtilah (bercampur baur antara laki-laki dan perempuan)
  9. Menampilkan kemaksiatan dalam bentuk nyanyian musik dan biduwanita
Hendaknya sebisa mungkin dan sejauh mungkin seorang muslim berusaha menghindari kesalahan-kesalahn tersebut, agar pernikahan mendatangkan banyak kebaikan, keberkahan, dan mendapat keridhaan Allah.

HAK ISTRI YANG HARUS DIPENUHI SUAMI

Rasulullah Shallahu ‘alaihi wassalam ketika ditanya seorang sahabat tentang hak istri yang harus dipenuhi suami, beliau menjawab sebagai berikut :
  1. Engkau memberinya makan apabila engkau makan
  2. Engkau memberinya pakaian apabila engkau berpakaian
  3. Janganlah engkau memukul wajahnya
  4. Janganlah engkau menjelek-jelekannya
  5. Janganlah engkau tinggalkan (berpisah tempat tidur) melainkan masih di dalam rumah.
  • Mengajarkan Ilmu Agama
Di samping hak-hak di atas , seorang suami wajib mengajarkan kepada istrinya tentang ajaran agama Islam, yang akan menyelamatkan keluarga tersebut dari api Neraka. Hal ini berdasarkan firman Allah:

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka, yang bahan bakarnya terdiri dari manusia dan batu“ (QS At Tahrim:6).

Untuk itu kewajiban suami agar menuntut ilmu agama dengan terus belajar dan menghadiri majlis-majlis taklim.

HAK SUAMI YANG HARUS DIPENUHI ISTRI

1. Ketaatan Istri pada suaminya

Setelah menjadi istri, ketaatan pada suami merupakan kewajiban tertingii setelah taat pada Allah dan rasul-Nya. Istri mentaati suami dalam perkara yang ma'ruf (baik). Dan hal inilah yang justru dapat mendatangkan surga bagi seorang istri:

Rasulullah Shallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

"Apabila seorang wanita mengerjakan shalat limawaktu, berpuasa Ramadhan, menjaga kemaluannya, dan mentati suaminya, maka kelak akan dikatakan kepadanya: 'masukklah ke dalam surga dari pintu mana yang anda kehendaki.'" (HR. Ibnu Hibban)

2. Istri banyak bersyukur dan tidak banyak menuntut.

Perintah ini sangat ditekankan dalam Islam. Bahkan Allah kelak tidak akan melihat seorang wanita manakala dia banyak menuntut pada suami dan tidak bersyukur (berterimakasih) kepadanya.

3. Wajib berbuat baik pada suaminya.

Istri harus berkhidmat pada suaminya, mengurus anak-anaknya menurut syariat Islam yang mulia, serta mengurus rumah tangganya.

NASIHAT UNTUK SUAMI DAN ISTRI
  1. Bertaqwalah Kepada Allah baik sendiri maupun bersama, di dalam maupun di luar rumah.
  2. Menegakkan ketaatan kepada Allah
  3. Melaksanakan kewajiban kepada Allah seperti shalat lima waktu, serta minta tolonglah kepada-NYA.
  4. Menegakkan shalat sunnah terutama shalat malam (tahajjud).
  5. Memperbanyak dzikir kepada Allah dan membaca Alquran setiap hari
  6. Bersabar atas musibah yang menimpa dan bersyukur atas nikmat yang Allah berikan.
  7. Selalu introspeksi dan saling menasihati, saling tolong-menolong, dan mendoakan antara suami dan istri.
  8. Berbaktilah kepada orang tua.
  9. Mendidik anak agar menjadi anak yang shalih, ajarkan aqidah yang benar, ibadah dan akhlak yang baik.
  10. Jagalah keluargamu terutama anak-anak dari media-media yang merusak moral dan agamanya.
Demikianlah beberapa hal yang harus diperhatikan agar kita mendapatkan sebuah rumah tangga yang menjadi idaman, yaitu tentram, penuh kasih sayang, dan diliputi rahmat dari Allah.

Semoga Allah menunjuki kita dan memberi kemudahan untuk bisa menggapainya, Aamiin

"Kesejukan dan Kebahagiaan dalam rumah tangga didambakan setiap insan"

[1] Tema pembahasan ini disarikan dari makalah Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, dengan beberapa tambahan.

Minggu, 02 Mei 2010

KIAT MERAIH KHUSNUL KHATIMAH

Sebab-sebab seseorang memperoleh akhir kehidupan yang baik:

1. Perasaan takut takut kepada Allah
2. Bertaubat Kepada Allah dari perbuatan buruk diiringi menambah amal shalih
3. Membenci maksiat dan menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan dosa.
4. Menghindari banyak angan-angan.
5. Berkawan dengan orang-orang yang baik (shalih).
6. Sabar ketika musibah menimpa.
7. Berbaik sangka kepada Allah.
8. Berdoa kepada Allah
9. Mengetahui (menyadari) akan besarnya balasan yang Allah siapkan, berupa kenikmatan yang besar dan kenikmatan kekal di Akhirat.


"Tiada Sembahan yang Benar selain Allah dan Muhammad adalah Utusan Allah."

"Jadikan detak jantungmu senantiasa dalam mentauhidkan Allah, hingga ajal menjemputmu"

Selasa, 13 April 2010

ANIMASI ISLAM



"Yaa Allah, Ampunilah Dosa-dosaku.."


"Tiada sembahan yang benar selain Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah"

"Tiada sembahan yang benar selain Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah"


Shalat


Assalaamualaikum.


Islam is my way of life


Ramadhan Mubaarak

Selasa, 06 April 2010

BUKU TAMU



Selamat Datang di Bog Saya, silakan mengisi Buku Tamu dengan Klik pada kotak "Sign this guestbook" dan tinggalkan pesan/ komentar,terima kasih.

Minggu, 28 Maret 2010

FENOMENA SUNGAI BAWAH LAUT

Subhaanallaah,
Video 1:


Sekadar gambaran,
Fakta ini terdapat di Cenote Angelita, Mexico. Disana ada sebuah gua. Jika menyelam sampai kedalaman 30 meter, airnya air segar (tawar), namun jika anda menyelam sampai kedalaman lebih dari 60 meter, airnya menjadi air asin, lalu anda dapat melihat sebuah “sungai” di dasarnya, lengkap dengan pohon dan daun daunan.

Menurut sebagian pengkaji, itu bukanlah sungai biasa, itu adalah lapisan hidrogen sulfida, nampak seperti sungai. Ini luar biasa. Lihatlah betapa indah dan hebatnya ciptaan Allah subhanahu wa ta’ala.

Fenomena ini bukan untuk diperdebatkan, sebab ini baru sebagian kecil yang mampu kita saksikan dari sekian banyak tanda kebesaran Allah pada ciptaan-Nya.
Dan cukuplah ini menjadi peringatan bagi orang-orang yang beriman dan yang mau mengambil pelajaran.

إِنَّ هَذِهِ تَذْكِرَةٌ فَمَنْ شَاءَ اتَّخَذَ إِلَى رَبِّهِ سَبِيلًا
"Sesungguhnya ini adalah suatu peringatan. Maka barangsiapa yang menghendaki niscaya ia menempuh jalan (yang menyampaikannya) kepada Tuhannya"


Sebagian orang menanyakan apakah fenomena ini memang telah disinyalir di dalam kitab suci Al Quran?
Maka inilah di antara dasar/ dalilnya, bahwa Lebih dari 1400 tahun yang lalu Al Qur’an telah memberitakanya!

وَهُوَ الَّذِي مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ هَذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ وَهَذَا مِلْحٌ أُجَاجٌ وَجَعَلَ بَيْنَهُمَا بَرْزَخًا وَحِجْرًا مَحْجُورًا
“Dan Dia yang membiarkan dua laut berdampingan yang satu tawar lagi segar, yang lain asin lagi pahit ; dan Dia jadikan diantara keduanya batas yang membatasi” (Al Quran Surat Al-Furqan ayat 53)


Ada ayat yang mirip dengan itu:

مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيَانِ 19 بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لَا يَبْغِيَانِ 20 فَبِأَيِّ آَلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ 21
Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu,
antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing,Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. Ar-Rahman: 19-21)


Ini baru sebagian kecil dari bukti dari sekian ribu bukti bahwa Al Quran itu Firman Allah, sekaligus bukti Kebesaran Allah yang menciptakan seluruh alam raya. sementara kita ini hanya bagian kecil dari alam raya yang besar ini.
Maka marilah hindari sifat Takabbur/ sombong, dengan cara beribadah pada Allah yang telah mejadikan kita semuanya ini…

Keselamatan bagi yang mengikuti petunjuk.

Selamat menyaksikan videonya (bagi yang tidak menghendaki suara latar silakan sound-nya dimatikan saja, terimakasih)

Video 2:


Video 3:


Wallaahu A'lam..
Mudah-mudahan yang sedikit ini mampu menggugah kembali hati-hati kita yang telah lalai dari mengingat Allah...
Aamiin.

FENOMENA KEAJAIBAN ADZAN

Taukah Saudara, bahwa adzan itu Akan terus Menggema dimuka bumi secara sambung-menyambung, dan tidak akan pernah terputus, hingga Akhir Zaman, Subhaanallaah...



Yang demikian itu sesuatu yang Allah kehendaki.
Sampai datangnya suatu masa yang telah Allah tentukan....
KIAMAT...

Maha besar Allah yang telah menjadikan Shalat bagi orang-orang mukmin pada waktu-waktu yang telah ditentukan:

.إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا


"Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.(QS An-Nisaa :103)


Dengan demikian, tak sedetik pun melainkan di angkasa ini bergema suara indah Adzan.
Menggetarkan hati orang-orang yang beriman, untuk memenuhi panggilan-Nya.
Dan tak sedetik pun juga, melainkan hamparan bumi yang luas ini senantiasa ada jutaan orang yang selalu menyembah dan bersujud kepada Dzat yang telah menciptakan alam raya ini, Allah Subhaanahu Wa Ta'alaa.

Maka ketika itu, bersujudlah orang yang bersujud,
dan ingkarlah orang-orang yang angkuh lagi menyombongkan diri...

Maka,
Beruntunglah orang-orang yang beriman, di dunia sampai di akhirat.

Senin, 08 Februari 2010

GUS DUR WALI KE-10?

Baru-baru ini ada polemik unik (walau tidak begitu menarik) di antaranya: Gus Dur dipersimpangan antara gelar pahlawan atau wali (Wah..wah, jangan-jangan malah cuma di persimpangan..). Bahkan ada wacana baru yang mentahbiskan Gus Dur jadi Wali Ke-10! Wow..

Di sini bukan hendak menyorot panjang lebar tentang "pahlawan" lagi pula tambah gak begitu penting.
Namun tema ini lebih menyorot masalah "WALI".

Menurut agama Islam yang mulia, wali tergolong menjadi dua: Wali Allah dan Wali Syaitan. Dan yang menjadi pembahasan di sini tentu adalah wali yang baik/ Wali Allah.

Menurut Aqidah Islam wali adalah orang-orang yang mendapatkan kemulian dari Allah disebabkan Iman dan ketaqwaan mereka. Kadang-kadang Allah memberika suatu 'Karamah' (tanda-tanda kemuliaan) pada orang tersebut. Namun hal ini tidaklah harus, dan bukan menjadi prasyarat wali. Di samping itu karamah itu anugerah Ilahi dan bukan sesuatu yang dipelajari (lelakon/ ritual tertentu untuk mendapatkannya), bukan pula wali Allah itu tandanya adalah sakti, bisa menghilang, mengubah batu jadi emas, memindahkan batu besar dengan kekuatan sediri, berjalan di atas air, suka aneh-aneh!! Begitulah yang disangka wali oleh sebagian orang primitif. Jika hal itu yang terjadi maka besar kemungkinan "wali" tersebut adalah walinya Syaitan untuk menyesatkan manusia. Waspadalah!

Lantas bagimanakah kriteria wali itu? Cukuplah Al Quran yang mulia yang akan menjelaskan.
Lihatlah Al Quran Surat ke-10 (Yunus) ayat 62-63:
"Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa."

Jadi melihat ayat ini saja, jelas bagi kita tentang kriteria "Wali" yaitu: Iman dan selalu Bertaqwa.
Dan dengan demikian bukan wewenang manusia untuk menentukan seseorang itu wali dan bukan wali. Apalagi menentukan/ membatasi jumlah wali, misalnya menjadi "Walisongo" kemudian diusulkan lagi "Wali Sepuluh". Kalau yang dimaksud adalah walikota, wali murid, maka tidak menjadi masalah ada "dewan wali" seperti itu. Tapi jika yang dimaksud adalah wali Allah, oran-gorang mulia, maka siapa pun berhak menjadi golongan mereka: Orang yang beriman dan selalu bertaqwa.

Bagaimana mungkin manusia hendak membatasi calon penghuni syurga dengan 9, 10, 11,,? Wah, Bisa jadi Anda telah kehilangan jatah "kursi" tersebut., Na'uudzubillah.

Dan tentu saja meskipun ia Wali Allah, tidak harus punya keanehan-keanehan, punya kesaktian, dan lain-lain, apalagi jelas nampak kesesatan padanya dalam masalh agama dan keyakinan! Justru itu semua besar kemungkinan adalah wali syaitan untuk menipu dan menyesatkan manusia. Bukankah Allah telah berfirman:
"Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu" (QS Al-Baqarah ayat 208)

Juga "andaikata" orang tertentu adalah benar wali Allah, maka tetap saja tidak boleh kuburannya diagung-agungkan, tanah kuburnya menjadi rebutan untuk diminta berkahnya, seperti kebiasaan orang-orang yang salah didikan. Apa bedanya dengan orang-orang yang memperebutkan kotoran Kyai Slamet (nama Kerbau di keraton Surakarta) yang juga untuk mengharap berkahnya!? Jika yang terjadi demikian nyatalah bahwa syaitan berhasil menipu manusia, dan menusia tertipu itu tetap saja mengaggap benar amalan sesat tersebut!

Maka sekali lagi waspadalah wahai orang-orang yang diberi akal dan fikiran sehat...
Kembalilah ke jalan yang benar, kembalilah kepada Allah, sembahan yang benar, pencipta dan pemilik seluruh alam, sehingga tidak layak disekutukan, disandingkan dengan sesuatu apa pun, baik itu dengan malaikat, nabi, wali, orang shalih, dan lain-lain, apalagi kerbau!!!

Nah jika Wali Allah saja tetaplah mereka itu adalah makhluk yang tidak layak dielu-elukan dan disanjung berlebihan, baik saat hidup maupun setelah matinya, apalagi wali syaitan.....!!!

Segala puji bagi Allah yang karena dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna. Saya memohon ampun kepada Allah.

Minggu, 07 Februari 2010

Kiat/Tips Istiqamah Dan Hambatan/Penghalang Istiqamah

Istiqamah adalah tetap teguh berada di atas jalan yang lurus atau konsisten di atas sebuah kebenaran, baik berupa keyakinan maupun sebuah amalan. Adapun kiat untuk meraih istiqomah di antaranya adalah sebagai berikut :

1. Ilmu yang Nafi' (Ilmu yag bermanfaat)
Ilmu yang bermanfaat menjadikan orang yang beramal bertambah yakin dan kokoh dalam mempertahankan amalnya.

2. Tamassuk Bil Quran wassunnah (berpegang teguh dengan Al Quran dan As-Sunah).

3. Beramal secara pertengahan Tidak berlebihan.
Orang yang beramal secara pertengahan akan mengukur kemampuan dirinya, dan dengan berlebihan menyebabkan kebosanan dan pada akhirnya dapat meninggalkan kebaikan itu.

4. Shuhbah shalihah (teman/ lingkungan yang baik)
komunitas yang baik mampu mendukung keteguhan dalam beramal dan beragama..

5. Do'a kepada Allah
Contoh: "Ya Muqallibal Qulub.. Tsabbit Qalbi 'alaa diinika"
(Wahai yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah aku dalam agama-Mu)

PENGHALANG ISTIQAMAH:
PENGHALANG ISTIQAMAH:

1. Iblis
Iblis diberi umur panjang sehingga mereka berusaha menggunakan umur dan kesempatannya untuk menyesatkan manusia.
Cara iblis menjaring manusia yaitu dengan menggiring manusia agar melakukan dosa mulai tingkat terbesar hingga yang lebih ringan, yaitu dengan: Kufur dan Musyrik/ syirik, Bid'ah (mengada-ada perkara baru dalam urusan agama), dosa-dosa besar, dosa-dosa kecil, mengamalkan yang kurang utama meninggalkan yang lebih utama, dan seterusnya..
Maka kita berlindung kepada Allah dari jeratan iblis dan Syaitan.

2. Teman yang jelek
Teman yang jelek sangat jelas pengaruhnya. Berapa banyak orang yang tadinya memiiki jiwa yang lurus, namun akibat salah pergaulan dan salah "memilih" lingkungan hidup, tiba-tiba saja telah berubah menjadi jauh sekali. Maka lihatlah siapa teman dan lingkungan hidup Anda.

3 Hawa Nafsu:
Orang yang memperturutkan hawa nafsu akan sulit teguh di atas agama, ditambah kebiasaan menunda2, panjang angan-angan, dll

4. Terhempas dalam Fitnah (cobaan):
Fitnah syahwat maupun syubhat (kesesatan). Maksudya jika seseorang telah terhempas atau terjerumus dalam suatu fitnah (cobaan), misalnya fitnah syahwat dengan, kadang menjadikan orang yang dahulunya rajin dalam ilmu maupun amal tiba-tiba menghilang begitu saja.

5. Tidak Sabar
Tiadanya kesabaran seseorang juga bias menyebabkan orang tidak istiqamah, hal itu karena ia merasa berat denan cobaan itu dan pada akhirnya menyerah sebelum maksimal dalam memperjuangkan kesabaran itu.

Itulah beberapa kiat menjadi istiqamah beserta perkara yang dapat menjadi penghalag kita bisa istiqamah. semoga ita mampu mengabil pelajaran, dan Allah membimbing kita berada di atas jalan yang benar dan lurus. Wallahu A'lam.

Sabtu, 16 Mei 2009

KEMULIAAN AKHLAK SALAF


Penyusun: Miftachul Mahmud Abu Raihan


Akhlak mulia merupakan perhiasan paling berharga bagi setiap pemiliknya. Salah satu tugas diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. Dan Allah sendiri telah memuji Nabi-Nya karena kemuliaan akhlaknya:
وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ
“Dan kamu (Muhammad) benar-benar di atas budi pekerti yang agung.
(QS.Al Qalam: 4)

Maka hendaknya kita mencontoh pribadi yang mulia tersebut dalam segala hal termasuk budi pekerti (akhlak), kemudian juga meneladani generasi terbaik ummat yaitu para shahabat Nabi yang mendapat didikan langsung dari beliau. Merekalah yang sering disebut generasi salaf atau Salafus-shalih (yang terdahulu dalam keshalihan).
Berikut ini beberapa akhlak mulia yang telah ditunjukkan oleh generasi terbaik ummat ini yang selayaknya kita teladani * :
1. Ikhlas dalam Ilmu dan amal serta takut riya’ (ingin dilihat).
Ikhlas berarti memurnikan segala amal hanya untuk Allah tanpa kesyirikan baik besar maupun kecil. Dan riya’ termasuk syirik kecil yang dosanya besar karena amal ibadah yang merupakan hak Allah ditujukan kepada selain-Nya (misalnya karena pujian dan sanjungan dari manusia).
2. Jujur dalam segala hal dan menjauhi kedustaan.
Nabi Bersabda: “Sesungguhnya jujur itu akan menunjuki pada kebaikan dan kebaikan akan menuntun ke syurga.”(HR. Bukhari dan Muslim)
3. Sungguh-sungguh dalam menunaikan amanat dan tidak khianat.
Termasuk dalam hal ini memenuhi janji.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.”
(QS. Al Anfal: 27)
4. Menjunjung tinggi hak Allah dan Rasul-Nya.
Hak Allah yang paling tinggi adalah diibadahi tanpa menyekutukan-Nya dengan sesuatupun. Sedang hak Rasul yang terbesar adalah kita ittiba’ (mengikuti) sunnah-sunnah atau ajaran beliau dengan tanpa menyelisihinya. Kemudian merasa cukup dengan ajaran yang beliau bawa tanpa harus mangada-ada perkara baru dalam agama. Mentaati Rasul merupakan bukti ketaatan dan kecintaan hamba kepada Rabb-nya. (Lihat QS. Ali Imron: 31)
5. Meninggalkan kemunafikan.
Kemunafikan adalah sejelek-jelek perkara yaitu menampakkan keimanan tetapi menyembunyikan kekafiran. Jika bersama orang beriman mnampakkan keimanan dan jika kembali pada golongannya nampaklah permusuhannya. (Lihat: QS. Al Baqarah: 14)
6. Lembut hati, ingat mati dan takut akan Su’ul Khatimah (akhir yang jelek).
Orang yang hatinya lembut, mudah menangis karena Allah, suka mengingat mati maka ia akan menjadi hamba yang dekat dengan Rabb-nya dan Allah akan menyelamatkan dari akhir hayat yang jelek.
7. Banyak dzikir (mengingat Allah).
Selain sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah juga sebagai sarana pengobat hati yang duka dan gelisah. (Lihat Qs. Ar-Ra’du: 28)
8. Tidak bicara sia-sia.
Hal ini dapat dihindari dengan banyak mengingat Allah, hadir di majlis ilmu, membaca buku-buku yang bermanfaat.
9. Senyum (muka ceria) kepada sesama muslim, tawaadhu’ (rendah hati), dan tidak takabbur (sombong).
Sikap rendah hati justru akan meninggikan derajat dan kemuliaan. Seperti perkataan ulama dalam syairnya:

تواضع تكن كالنجم لاح لناظر # على صفحات الماء وهو رفيع
ولا تك كالدخان يرفع نفسه # الى طبقات الجو وهو وضيع
Rendahkanlah dirimu
Niscaya kau menjadi seperti bintang,
Orang melihatnya bercahaya di atas genangan air,
Padahal ia berada tinggi di atas….
Janganlah kau menjadi seperti asap
Yang mengangkat dirinya ke angkasa
Padahal dia (asalnya) rendah
(Dalam kitab Maalim fi thariiq Thalabil ‘Ilmi, karya syaikh Abdul Aziz bin Abdullah As-sidhan, Hlm. 267)
Sedang makna Takabbur atau sombong adalah seperti sabda Nabi berikut:
“Kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia”
(HR. muslim)
10. Banyak istighfar dan taubat.
Bertaubat diperintahkan dari segala dosa. Orang yang suka bertaubat akan masuk golongan orang mukmin. (QS. An-Nisa: 146). Terutama dosa terbesar yang harus segera bertaubat adalah Syirik kepada Allah yang jika pelakunya mati belum bertaubat tidak akan diampuni.
11. Sungguh-sungguh dalam bertaqwa, dan tidak mengaku-aku bertaqwa, serta senantiasa takut kepada Allah.
Taqwa sebagaimana dijelaskan oleh para ulama, di antaranya Imam Asy Syafi’i beliau berkata bahwa taqwa itu meliputi tiga pilar:
ü Takut kepada Allah
ü Menjalankan perintah dan meninggalkan larangan-Nya.
ü Beramal sesuai tuntunan syari’at Islam.
Taqwa merupakan benteng bagi orang mukmin di dunia dan di akhirat.
12. Sibuk dengan ‘aib sendiri dan menutupi ‘aib orang lain.
Orang yang menyadari akan ‘aibnya sendiri maka ia akan selamat dari meneliti kesalahan dan aib orang lain, serta berkesempatan untuk memperbaiki dirinya sendiri. Nabi bersabda:
“Barang siapa menutup ‘aib saudara mukminnya, maka Allah akan menutupi ‘aibnya di dunia dan di akhirat.” (HR. Muslim)
13. Senantiasa menjaga lisan dan tidak ghibah (menggunjing).
Lisan harus di jaga dari perbuatan yang haram seperti: ucapan kufur (Contoh mengatakan: ‘Syariat dan sunnah nabi sudah tidak relevan untuk zaman sekarang’)!, ucapan syirik (seperti perkataan: ‘Kalau bukan karena Fulan saya bisa begini atau begitu…’; minta perlindungan kepada penghuni tempat tertentu, dan lain-lain), ucapan maksiat, menggunjing, menyebarkan berita-berita yang belum jelas(Gosip), Nabi bersabda:
“Cukuplah seseorang telah berbuat dusta bila menceritakan setiap apa yang ia dengar” (HR. Muslim)
Dan termasuk larangan pula berbicara agama tanpa ilmu. Dengan menjaganya lisan berarti telah menyelamatkan dari bencana lisan.
14. Memiliki sifat pemalu.
Malu di sini adalah malu untuk berbuat maksiat, dan malu untuk menentang perintah-perintah Allah. Bukan malu untuk kebenaran, bukan malu untuk menjalankan syari’at agama…

15. Banyak memaafkan dan sabar terhadap orang yang menyakiti.
Suatu keniscayaan bahwa orang yang berbuat benar dan kebaikan akan ada penentangnya, seperti orang yang dapat nikmat juga ada orang yang iri dan dengki. Maka jalan terbaik adalah bersabar disertai keyakinan pada Allah. Dengan itu seseorang akan mendapat kedudukan tinggi di dunia dan akhirat. (lihat: QS. As-Sajdah: 24), di samping itu sifat pemaaf adalah akhlak terpuji (Qs. Ali Imron: 134).
16. Banyak shadaqah, dermawan, dan suka menolong orang yang susah.
Sadaqah merupakan bukti keimanan seseorang kepada Allah, yang mana orang yang bersedekah hanya mengharapkan balasan dari Allah semata. seperti sabda Nabi: والصدقة برهان
“ Sedekah adalah bukti” (HR. Muslim)
17. Mendamaikan saudara muslim.
Allah berfirman:
“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” (Al Hujurat: 10)

18. Tidak hasad (iri, dengki) dan tidak buruk sangka.
Para ulama berkata: Hasad adalah.mengharap-harap hilangnya nikmat dari orang lain. Syaikhul Islam Ibnu Taymiyyah berkata: “Engkau tidak suka atas nikmat yang Allah berikan pada orang lain walau tanpa harapan akan hilangnya nikmat itu.”
Nabi berbsabda:
“Hasad itu dapat memakan kebaikan seperti api menghanguskan kayu”
(HR. Abu Dawud)
19. Berani mengatakan kebenaran tanpa ragu terhadapnya serta menyukainya.
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar”.
(Qs. Al Hujurat:15).
“Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu temasuk orang-orang yang ragu-ragu”.
(QS. Yunus: 94).

Semoga Allah menganugerahi kita ilmu yang bermanfaat, Amiin.

[* Poin-poin pembahasan di atas menukil dari Buku “Prinsip Dasar Islam menurut Al Quran dan Sunnah yang Shahih” karya Ust. Yazid Abdul Qodir Jawas, dengan tambahan penjelasan beserta dalilnya secara ringkas, dibahas di Masjid Nurussalam, Gendongan – Salatiga..15-02-2009.]

Selasa, 12 Mei 2009

23 Kiat Hidup Bahagia


Oleh:
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’dy

[1] Beriman dan beramal shalih dengan sebenarnya

[2] Berprilaku baik melalui ucapan, perbuatan dan segala bentuk kebajikan

[3] Sibuk dalam beramal (pekerjaan)dan sibuk dalam ilmu yanmg bermanfaat

[4] Konsentrasi untuk amal hari ini, tidak terhantui oleh fikiran-fikiran masa depan dan menjauhi kesedihan tentang masa lalu

[5] Memperbanyak dzikir kepada allah

[6] Mensyukuri berbagai ni’mat allah

[7] Pandanglah orang yang dibawah, anda akan lebih bersyukur dan melihat besarnya ni’mat allah.

[8] Berusaha menghilangkan dan melupakan penyebab kesedihan hati
[9] Berdo'a, memohon pembenahan dari allah dalam segala urusan

[10] Memandang ringan segala cobaan (dibandingkan besarnya karunia allah)

[11] Sikap optimis, jangan mudah terguncang oleh bayangan buruk

[12] Tawakkal (percaya penuh) kepada allah, tidak takluk kepada bayangan buruk

[13] Bersikap adil dan bijaksana dalam bergaul, menolak kejelekan dengan kebaikan

[14] Masa bahagia yang pendek itu, janganlah engkau pendekkan lagi dengan kegundahan kelarutan dalam kekeruhan pikiran.

[15] Yakinlah, bahwa cobaan itu kecil dibanding besarnya karunia.

[16] Jangan terpancing emosi oleh tutur kata buruk seseorang yang diarahkan kepada anda, sebab keburukan itu hanya akan merugikan diri mereka sendiri

[17] Arahkan pikiran ke sesuatu yang bermanfaat di sisi kehidupan religi maupun duniawi.

[18] Menata hati untuk mengharap pahala ilahi dalam berbuat kebajikan.

[19] Meraih dan melakukan al-fadha’il (tindak-tindak utama)

[20] ciptakan suasana jernih dan manis di balik kekeruhan

[21] Jadikanlah ketenangan batin dan pemusatan jiwa sebagai pembantu anda menangani pekerjaan penting.

[22] Selesaikan pekerjaan tepat waktu

[23] Memprioritaskan pekerjaan yang terpenting dahulu

(Sumber: Kitab "Al Wasail almufiidah lilhayaatis-sa'iidah" karya Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’dy)

Jumat, 01 Mei 2009

Syair Ilmu


ومن فاته التعليم وقت شبابه # فكــبر اربعا لوفـــــاتــــــــه

حياة الفتى - والله – بالعلم والتقى # اذا لم يكونا لا اعتبار لذاته


Siapa yang tidak belajar di masa mudanya,
Bertakbirlah empat kali untuk kematiannya.
Hidupnya seorang pemuda –demi Allah-
Adalah dengan ilmu dan ketaqwaan
Sebab jika keduanya tiada padanya,
Maka tiada lagi jati dirinya……

(Diwan Imam Syafi'i)

Nasehat Imam Asy-Syafi'i


موقيع الامام الشافعي
من تـــعلم القرءان عظمت قيمته
ومن تـعلم الفقه نبل مقداره
ومن كتب الحديث قويت حجته
ومن تعلم الحساب جزل رئيه
ومن تعلم العربية رق طبعه
ومن لم يصن نفسه لم ينفعه علمه
وأول تلك العلوم وأسماها منزلة وأشرافها فدرا وأنبلها هدفا
كتاب الله عز وجل ...
الذي فيه الأيات المحكمات والسور المنزلات
فهو النور وهو الشفاء وهو الحكمة

توقيع
محمد بن ادريس الشافعي رحمه الله


Mutiara Nasihat Imam As-Syafi’i
Barang siapa mempelajari Al-Qur’an
Maka akan bertambah nilainya
Barang siapa mempelajari ilmu Fiqih
Maka akan bertambah kecerdasannya
Barang siapa mempelajari ilmu hisab
Maka akan melimpah pemikirannya
Barang siapa mempelajari Bahasa Arab
Maka akan bertambah lembut perangainya
Dan barang siapa tidak dapat menahan nafsunya
Maka ilmu tidak bisa memberi manfaat padanya
Dan yang paling pertama dari ilmu tersebut
Dan yang paling mulia derajatnya, paling tinggi kedudukannya,
paling mulia tujuannya:
Dia adalah Kitabullah Azza Wa Jalla
Yang padanya terdapat-ayat-ayat yang pasti,
dan surat-surat yang diturunkan
Dia adalah cahaya, dan dia adalah obat
Dan dia adalah hikmah…

Tertanda,

Al Imam Asy-Syafi'i Rahimahullah

Mutiara Para Ulama

Rendah Hati

تواضع تكن كالنجم لاح لناظر # على صفحات الماء وهو رفيع
ولا تك كالدخان يرفع نفسه # الى طبقات الجو وهو وضيع

Rendahkanlah dirimu
Niscaya kau menjadi seperti bintang,
Orang melihatnya bercahaya di atas genangan air,
Padahal ia berada tinggi di atas….
Janganlah kau menjadi seperti asap
Yang mengangkat dirinya ke angkasa
Padahal dia rendah
(Maalim fi thariiq Thalabil ‘Ilmi, Hlm. 267)

Kamis, 23 April 2009

Ta'aaruf


Saya hanyalah seorang manusia
sebagaimana hamba yang lainnya
yang dicipta untuk mengabdi pada Yang Kuasa
agar hidup tiada sia-sia

Apa lah yang mau dibangga
dari seorang hamba
yang tercipta dari setetes air hina
yang pada suatu masa
harus meninggalkan dunya fana
untuk menuju alam baka
yang tempat kembalinya hanyalah dua
entah Syurga atau Neraka
entah bahagia atau celaka……

akhirnya ……..
kepada Allah, Rabb alam semesta
setiap hamba meminta
keselamatan dari Neraka
yang pedihnya tiada tara
serta kenikmatan Syurga
yang disedia bagi hamba-Nya yang bertaqwa

Senin, 20 April 2009

Kaidah Beragama

KAIDAH BERAGAMA SEORANG MUSLIM [1]


يآء يهاالذين امنوا قوا انفسكم واهــليكم نارا

وقودها الناس والحجارة


"Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan batu…" (QS. At Tahrim: 6)

يآء يهاالذين امنوا ادخلوآ في السلــم كــافة ولا تـتـبعـوا خطــوا ت

الشيـطا ن انـه لكم عـــدو مبــيــن


"Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Agama Islam secara keseluruhan, dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah syaitan, sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu." (Al Baqarah: 208)


Ayat-ayat di atas merupakan perintah Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman, yaitu: Memelihara diri dan keluarga dari siksa neraka, serta perintah agar masuk kedalam Islam secara menyeluruh. Yang berarti perintah agar semua segi kehidupan seorang hamba mengikuti aturan agama Islam. Bukan mencintai suatu ajaran dan membenci ajaran Islam yang lain.

Untuk dapat merealisasikan hal tersebut hendaklah kita mengetahui dan memahami dengan baik kaidah-kaidah berikut ini:

1. Ilmu

Yang dimaksud ilmu di sini adalah Ilmu Agama, yang sumber utamanya adalah Al Quran dan As Sunnah (Hadits).

2. Tauhid.

Tauhid artinya meng-Esa-kan Allah baik dalam hal Ketuhanan Allah (Rububiyyah), dalam Ibadah seorang hamba (Uluhiyyah), maupun dalam hal Nama-Nama dan Sifat Allah (Asma' wa Shifat). Tidak akan sempurna Tauhid seorang hamba jika tidak mengetahui kebalikannya, yaitu Syirik.

3. Ibadah

Makna ibadah adalah: Segala sesuatu yang dicintai dan diridhai Allah baik berupa perkataan, perbuatan, yang lahir dan yang batin.

Sifat ibadah adalah Tauqifiyyah (telah tertentu) dan terbatas pada ketetapan syariat. Penentu syariat tersebut tiada lain adalah Allah. Maka tidak layak seorang hamba membuat aturan sendiri dalam hal ibadah baik Kaifiyyah (cara), zaman (waktu) maupun 'adat (jumlah bilangan).

4. Sunnah

Sunnah disini adalah sunnah secara syar'i. Sunnah yang dimaksud adalah Islam itu sendiri yang sumbernya dari Allah dan Rasul-Nya. Dan bukan sunnah dari segi hukum yang artinya tidak wajib. Barang siapa yang ittiba' (mengikuti) Rasulullah dalam segala perikehidupannya berarti telah ittiba' Sunah Nabi dengan sebenarnya.

5. Manhaj

Secara bahasa manhaj artinya jalan yang jelas dan terang. Secara istilah, Manhaj adalah cara beragama seseorang. Sedangkan Manhaj yang dikehendaki Islam adalah: Berpegang teguh kepada Al Qur'an dan As Sunnah sesuai dengan pemahaman para Sahabat Nabi (kaum Salaf). Sebab mereka adalah ummat yang paling baik dalam memahami syariat, paling baik akhlaknya, paling cepat dengan kebaikan, dan paling segera meninggalkan larangan. Sehingga mereka sering disebut Salafus-shalih (terdahulu dalam keshalihan), As-sabiqunal awwalun (orang-orang yang pertama-tama menerima dan masuk Islam). Sebagai dasar semua itu, perhatikanlah Surat At Taubah: 100.

6. Amar Ma'ruf Nahi Mungkar

Amar ma'ruf artinya memerintahkan kebaikan. Nahi Mungkar berarti melarang suatu kemungkaran atau pelanggaran syari'at. Keduanya merupakan pilar penegak Agama Islam dan satu di antara perintah Allah kepada hambanya (QS. Ali Imran: 104), juga merupakan karakter umat terbaik ( QS. Ali Imran:110)

7. Akhlak

Akhlak yang diserukan Islam adalah akhlak yang mulia (karimah). Salah satu misi diutusnya Nabi Muhammad adalah menyempurnakan akhlak yang mulia. Dalam hal ini cukuplah kita kemukakan sebuah Sabda Nabi:

"Sebaik-baik orang muknin dalam hal keimanan adalah yang paling baik akhlaknya." (HR. At Tirmizi, Hadits Hasan Shahih)



رب اوزعنى أن أشكر نعمتك التى انعمت علي وعلى والدي

وأن اعمل صالحا ترضاه واصلح لى في ذريتي

اني تبت اليك وإني من المسلمين

"Ya Rabb-ku, tunjukilah aku untuk dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada bapak-ibuku, dan agar aku dapat melakukan amal shalih yang engkau ridhai. Dan berikanlah kebaikan kepadaku (dengan memberikan kebaikan kepada) anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada-Mu dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri." (QS. Al Ahqaf: 15)

[1] Artikel ini merupakan Materi kajian rutin di Karangpete-Salatiga, bersama Miftachul Mahmud Abu Roychan, 20 Juli dan 01 Agustus 2007

Rabu, 15 April 2009

PREFACE & MUQADDIMAH

بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة لله وبركاته.
ان الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفروه ونعوذ بالله من شرور انفسنا ومن ﺳﻴﺋﺎ ت اعمالنا من يهدى الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادى له. اشهد ان لااله الاالله وحده لا شريك له و اشهد ان محمدا عبده ورسوله.
اللهم صل وسلم على نبينا محمد وعلى اله وصحبه ومن سار على نهجه واستنى بسنته الى يوم القيامة.
ﻳﺂأيهاالذ ين أمنوااتقواالله حق تقاته ولا تموتن الا وانتم مسلمون.


Segala puji hanya milik Alloh, kita memuji-Nya, memohon pertolongan-Nya dan memohon ampunan kepada-Nya. Kita berlindung kepada Alloh dari keburukan jiwa kita dan dari kejelekan amalan kita. Barang siapa yang diberi petunjuk Alloh tiada yang dapat menyesatkan, dan barang siapa yang disesatkan-Nya maka tiada yang dapat menunjukinya.
Aku bersaksi bahwa tiada sembahan yang benar kecuali Alloh, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam adalah hamba dan utusan Alloh.
Yaa Alloh, curahkan selalu shalawat dan salam atas Nabi Muhammad Shallallohu 'Alaihi Wasallam, juga atas keluarganya, para shahabatnya dan orang-orang yang meniti jalan beliau serta orang-orang yang berpegang teguh dengan sunnah-sunnah beliau.
Alloh berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

”Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Alloh dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya, dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Islam (berserah diri).”
(QS. Ali Imron: 102)

Setelah memuji Allah dan memohon pertolongan-Nya, saya sajikan sebuah Blog sederhana yang berisi artikel-artikel Ilmu keislaman.

Saya berusaha untuk merujuk dalam penulisan artikel ini kepada sumber yang disepakati kaum Muslimin, yaitu Al Qur’an, Assunnah (Al Hadits) yang Shahih, dan memahami keduanya berdasarkan pemahaman generasi terbaik Ummat, mereka adalah para sahabat Nabi, para Taabi’iin dan juga setiap yang meniti jalan mereka dengan baik pada setiap Zaman.

Kepada Allah saja saya berharap manfaat atas sajian Blog/ Website ini, baik bagi penulisnya, pembacanya dan para penyebar risalah ini. Kemudian Kepada Allah pula saya memohon ampunan atas segala kesalahan dan kekurangan.

السلام عليكم ورحمة لله وبركاته.