Pilih Bahasa:

Selasa, 13 April 2010

ANIMASI ISLAM



"Yaa Allah, Ampunilah Dosa-dosaku.."


"Tiada sembahan yang benar selain Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah"

"Tiada sembahan yang benar selain Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah"


Shalat


Assalaamualaikum.


Islam is my way of life


Ramadhan Mubaarak

Selasa, 06 April 2010

BUKU TAMU



Selamat Datang di Bog Saya, silakan mengisi Buku Tamu dengan Klik pada kotak "Sign this guestbook" dan tinggalkan pesan/ komentar,terima kasih.

Minggu, 28 Maret 2010

FENOMENA SUNGAI BAWAH LAUT

Subhaanallaah,
Video 1:


Sekadar gambaran,
Fakta ini terdapat di Cenote Angelita, Mexico. Disana ada sebuah gua. Jika menyelam sampai kedalaman 30 meter, airnya air segar (tawar), namun jika anda menyelam sampai kedalaman lebih dari 60 meter, airnya menjadi air asin, lalu anda dapat melihat sebuah “sungai” di dasarnya, lengkap dengan pohon dan daun daunan.

Menurut sebagian pengkaji, itu bukanlah sungai biasa, itu adalah lapisan hidrogen sulfida, nampak seperti sungai. Ini luar biasa. Lihatlah betapa indah dan hebatnya ciptaan Allah subhanahu wa ta’ala.

Fenomena ini bukan untuk diperdebatkan, sebab ini baru sebagian kecil yang mampu kita saksikan dari sekian banyak tanda kebesaran Allah pada ciptaan-Nya.
Dan cukuplah ini menjadi peringatan bagi orang-orang yang beriman dan yang mau mengambil pelajaran.

إِنَّ هَذِهِ تَذْكِرَةٌ فَمَنْ شَاءَ اتَّخَذَ إِلَى رَبِّهِ سَبِيلًا
"Sesungguhnya ini adalah suatu peringatan. Maka barangsiapa yang menghendaki niscaya ia menempuh jalan (yang menyampaikannya) kepada Tuhannya"


Sebagian orang menanyakan apakah fenomena ini memang telah disinyalir di dalam kitab suci Al Quran?
Maka inilah di antara dasar/ dalilnya, bahwa Lebih dari 1400 tahun yang lalu Al Qur’an telah memberitakanya!

وَهُوَ الَّذِي مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ هَذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ وَهَذَا مِلْحٌ أُجَاجٌ وَجَعَلَ بَيْنَهُمَا بَرْزَخًا وَحِجْرًا مَحْجُورًا
“Dan Dia yang membiarkan dua laut berdampingan yang satu tawar lagi segar, yang lain asin lagi pahit ; dan Dia jadikan diantara keduanya batas yang membatasi” (Al Quran Surat Al-Furqan ayat 53)


Ada ayat yang mirip dengan itu:

مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيَانِ 19 بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لَا يَبْغِيَانِ 20 فَبِأَيِّ آَلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ 21
Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu,
antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing,Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. Ar-Rahman: 19-21)


Ini baru sebagian kecil dari bukti dari sekian ribu bukti bahwa Al Quran itu Firman Allah, sekaligus bukti Kebesaran Allah yang menciptakan seluruh alam raya. sementara kita ini hanya bagian kecil dari alam raya yang besar ini.
Maka marilah hindari sifat Takabbur/ sombong, dengan cara beribadah pada Allah yang telah mejadikan kita semuanya ini…

Keselamatan bagi yang mengikuti petunjuk.

Selamat menyaksikan videonya (bagi yang tidak menghendaki suara latar silakan sound-nya dimatikan saja, terimakasih)

Video 2:


Video 3:


Wallaahu A'lam..
Mudah-mudahan yang sedikit ini mampu menggugah kembali hati-hati kita yang telah lalai dari mengingat Allah...
Aamiin.

FENOMENA KEAJAIBAN ADZAN

Taukah Saudara, bahwa adzan itu Akan terus Menggema dimuka bumi secara sambung-menyambung, dan tidak akan pernah terputus, hingga Akhir Zaman, Subhaanallaah...



Yang demikian itu sesuatu yang Allah kehendaki.
Sampai datangnya suatu masa yang telah Allah tentukan....
KIAMAT...

Maha besar Allah yang telah menjadikan Shalat bagi orang-orang mukmin pada waktu-waktu yang telah ditentukan:

.إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا


"Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.(QS An-Nisaa :103)


Dengan demikian, tak sedetik pun melainkan di angkasa ini bergema suara indah Adzan.
Menggetarkan hati orang-orang yang beriman, untuk memenuhi panggilan-Nya.
Dan tak sedetik pun juga, melainkan hamparan bumi yang luas ini senantiasa ada jutaan orang yang selalu menyembah dan bersujud kepada Dzat yang telah menciptakan alam raya ini, Allah Subhaanahu Wa Ta'alaa.

Maka ketika itu, bersujudlah orang yang bersujud,
dan ingkarlah orang-orang yang angkuh lagi menyombongkan diri...

Maka,
Beruntunglah orang-orang yang beriman, di dunia sampai di akhirat.

Senin, 08 Februari 2010

GUS DUR WALI KE-10?

Baru-baru ini ada polemik unik (walau tidak begitu menarik) di antaranya: Gus Dur dipersimpangan antara gelar pahlawan atau wali (Wah..wah, jangan-jangan malah cuma di persimpangan..). Bahkan ada wacana baru yang mentahbiskan Gus Dur jadi Wali Ke-10! Wow..

Di sini bukan hendak menyorot panjang lebar tentang "pahlawan" lagi pula tambah gak begitu penting.
Namun tema ini lebih menyorot masalah "WALI".

Menurut agama Islam yang mulia, wali tergolong menjadi dua: Wali Allah dan Wali Syaitan. Dan yang menjadi pembahasan di sini tentu adalah wali yang baik/ Wali Allah.

Menurut Aqidah Islam wali adalah orang-orang yang mendapatkan kemulian dari Allah disebabkan Iman dan ketaqwaan mereka. Kadang-kadang Allah memberika suatu 'Karamah' (tanda-tanda kemuliaan) pada orang tersebut. Namun hal ini tidaklah harus, dan bukan menjadi prasyarat wali. Di samping itu karamah itu anugerah Ilahi dan bukan sesuatu yang dipelajari (lelakon/ ritual tertentu untuk mendapatkannya), bukan pula wali Allah itu tandanya adalah sakti, bisa menghilang, mengubah batu jadi emas, memindahkan batu besar dengan kekuatan sediri, berjalan di atas air, suka aneh-aneh!! Begitulah yang disangka wali oleh sebagian orang primitif. Jika hal itu yang terjadi maka besar kemungkinan "wali" tersebut adalah walinya Syaitan untuk menyesatkan manusia. Waspadalah!

Lantas bagimanakah kriteria wali itu? Cukuplah Al Quran yang mulia yang akan menjelaskan.
Lihatlah Al Quran Surat ke-10 (Yunus) ayat 62-63:
"Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa."

Jadi melihat ayat ini saja, jelas bagi kita tentang kriteria "Wali" yaitu: Iman dan selalu Bertaqwa.
Dan dengan demikian bukan wewenang manusia untuk menentukan seseorang itu wali dan bukan wali. Apalagi menentukan/ membatasi jumlah wali, misalnya menjadi "Walisongo" kemudian diusulkan lagi "Wali Sepuluh". Kalau yang dimaksud adalah walikota, wali murid, maka tidak menjadi masalah ada "dewan wali" seperti itu. Tapi jika yang dimaksud adalah wali Allah, oran-gorang mulia, maka siapa pun berhak menjadi golongan mereka: Orang yang beriman dan selalu bertaqwa.

Bagaimana mungkin manusia hendak membatasi calon penghuni syurga dengan 9, 10, 11,,? Wah, Bisa jadi Anda telah kehilangan jatah "kursi" tersebut., Na'uudzubillah.

Dan tentu saja meskipun ia Wali Allah, tidak harus punya keanehan-keanehan, punya kesaktian, dan lain-lain, apalagi jelas nampak kesesatan padanya dalam masalh agama dan keyakinan! Justru itu semua besar kemungkinan adalah wali syaitan untuk menipu dan menyesatkan manusia. Bukankah Allah telah berfirman:
"Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu" (QS Al-Baqarah ayat 208)

Juga "andaikata" orang tertentu adalah benar wali Allah, maka tetap saja tidak boleh kuburannya diagung-agungkan, tanah kuburnya menjadi rebutan untuk diminta berkahnya, seperti kebiasaan orang-orang yang salah didikan. Apa bedanya dengan orang-orang yang memperebutkan kotoran Kyai Slamet (nama Kerbau di keraton Surakarta) yang juga untuk mengharap berkahnya!? Jika yang terjadi demikian nyatalah bahwa syaitan berhasil menipu manusia, dan menusia tertipu itu tetap saja mengaggap benar amalan sesat tersebut!

Maka sekali lagi waspadalah wahai orang-orang yang diberi akal dan fikiran sehat...
Kembalilah ke jalan yang benar, kembalilah kepada Allah, sembahan yang benar, pencipta dan pemilik seluruh alam, sehingga tidak layak disekutukan, disandingkan dengan sesuatu apa pun, baik itu dengan malaikat, nabi, wali, orang shalih, dan lain-lain, apalagi kerbau!!!

Nah jika Wali Allah saja tetaplah mereka itu adalah makhluk yang tidak layak dielu-elukan dan disanjung berlebihan, baik saat hidup maupun setelah matinya, apalagi wali syaitan.....!!!

Segala puji bagi Allah yang karena dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna. Saya memohon ampun kepada Allah.